Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">Pada bagian ini tokoh utama Sudhana tidak begitu berperan lagi, sudah kembali
kepada masa hidupnya yang lampau. Bagian ini merupakan kontekstualisasi kisah
Sudhana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Dalam dasawarsa terakhir ini
Indonesia ditandai oleh beberapa kejadian mencolok, seperti krisis skandal bank,
penjarahan, pembakaran, keterlibatan aparat keamanan, pemerkosaan, pembunuhan,
hutang luar negeri, Hak Asasi Manusia, keadilan, reformasi, pencemaran alam.
<br>
<br>Dikisahkan perjumpaan antara Dara dan seorang pemuda ‘realis’. Sang Pemuda datang
ke Borobudur demi kepentingan bisnisnya. Dia ingin menjadikannya sebagai obyek
pariwisata, sumber devisa. Yang ada di kepalanya hanyalah uang; tapi matanya tertuju
pada merpati warna-warni di t-shirt Dara, lambang perdamian. Bagi si pemuda perdamaian
tidak mungkin didapatkan dengan gaya merpati yang lemah lembut itu. Dia mengutarakan
ide perdamaian yang sebaliknya dengan mengisahkan cerita ‘semak berduri’ dan cerita
‘panglima hijau’.
<br>
<br>Cerita ‘semak berduri’ berkisah tentang pemilihan dan penobatan semak berduri
sebagai pelindung pohon-pohon lainnya, seperti pohon kelapa-mangga-jeruk. Sedangkan
cerita ‘panglima hijau’ berkisah tentang perjalanannya menemukan kesaktian bagi
dirinya berupa meriam. Melihat senjata ini disalahgunakan untuk berperang dan
berkuasa, maka Sang Pemberi pun mengambil kembali kesaktiannya itu.
<br>
<br>Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama),
terutama kemasyarakatan (civic education). Dua kisah ini mengajak kita untuk membicarakan
beberapa hal. Pemerintahan kuat dengan tangan besi diperlukan untuk menjamin stabilitas,
sehingga perdamaian tercapai: benarkan itu? Keperkasaan perang/senjata di satu
pihak versus jeritan perempuan/anak-anak di lain pihak. </div>
Dilihat: 2718
Pada bagian ini tokoh utama Sudhana tidak begitu berperan lagi, sudah kembali
kepada masa hidupnya yang lampau. Bagian ini merupakan kontekstualisasi kisah
Sudhana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Dalam dasawarsa terakhir ini
Indonesia ditandai oleh beberapa kejadian mencolok, seperti krisis skandal bank,
penjarahan, pembakaran, keterlibatan aparat keamanan, pemerkosaan, pembunuhan,
hutang luar negeri, Hak Asasi Manusia, keadilan, reformasi, pencemaran alam.
Dikisahkan perjumpaan antara Dara dan seorang pemuda ‘realis’. Sang Pemuda datang
ke Borobudur demi kepentingan bisnisnya. Dia ingin menjadikannya sebagai obyek
pariwisata, sumber devisa. Yang ada di kepalanya hanyalah uang; tapi matanya tertuju
pada merpati warna-warni di t-shirt Dara, lambang perdamian. Bagi si pemuda perdamaian
tidak mungkin didapatkan dengan gaya merpati yang lemah lembut itu. Dia mengutarakan
ide perdamaian yang sebaliknya dengan mengisahkan cerita ‘semak berduri’ dan cerita
‘panglima hijau’.
Cerita ‘semak berduri’ berkisah tentang pemilihan dan penobatan semak berduri
sebagai pelindung pohon-pohon lainnya, seperti pohon kelapa-mangga-jeruk. Sedangkan
cerita ‘panglima hijau’ berkisah tentang perjalanannya menemukan kesaktian bagi
dirinya berupa meriam. Melihat senjata ini disalahgunakan untuk berperang dan
berkuasa, maka Sang Pemberi pun mengambil kembali kesaktiannya itu.
Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama),
terutama kemasyarakatan (civic education). Dua kisah ini mengajak kita untuk membicarakan
beberapa hal. Pemerintahan kuat dengan tangan besi diperlukan untuk menjamin stabilitas,
sehingga perdamaian tercapai: benarkan itu? Keperkasaan perang/senjata di satu
pihak versus jeritan perempuan/anak-anak di lain pihak.