(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">Ada 1.460 buah relief pada candi Borobudur. Dari sekian banyak relief tersebut 460 diantaranya merupakan cerita tentang peziarahan seorang pemuda yang bernama Sudhana. Melihat jumlahnya yang cukup banyak itu (kira-kira sepertiga jumlah relief yang ada) kita menjadi tahu bahwa tentu cerita ini penting dan bernilai. Sudah sepantasnya perhatian kita diarahkan pada kisah Sudhana ini. <br> <br>Dalam peziarahannya Sudhana melakukan perjalanan menjelajahi seluruh bumi dan lautan untuk menemui sahabat-sahabatnya yang baik guna mendapatkan kebijaksanaan. Para sahabat ini berasal dari berbagai lapisan dan golongan, baik agama dan budaya. Dalam bagian ini Sudhana menampakkan diri dalam wujud manusia untuk menemui ‘Dara’, gadis yang mengagumi dirinya. Sudhana mengajak Dara menjelajahi sejarah dan kepulauan Indonesia, menelusuri kembali kehidupan suku-suku dan zaman emas di masa lampau. <br> <br>Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama), terutama kemasyarakatan (civic education). Tujuannya memberi latihan politik yang bertitik tolak dari kebutuhan rakyat untuk kebahagiaan bersama dan meninjau kembali sejarah. Juga memberi latihan untuk memikirkan masa depan dengan mencari jawaban sendiri akan kebutuhan kebahagiaannya berdasarkan hati nurani rakyat dan membatasi kuasa pemerintah dengan pemisahan tegas: legislatif, eksekutif, dan yudikatif. <br> <br>Beberapa materi yang bisa dijadikan bahan diskusi: harmoni hidup manusia dan alam (dulu dan sekarang), hidup tradisional dan modernisasi, demokrasi dan otoriter. Kebudayaan dan peradaban luhur dapat dibangun dalam suasana damai dan sejahtera. Program ini mendapat penghargaan Third Prize pada Festival Religion di Italia (2000). </div>
Dilihat: 3223

Ada 1.460 buah relief pada candi Borobudur. Dari sekian banyak relief tersebut 460 diantaranya merupakan cerita tentang peziarahan seorang pemuda yang bernama Sudhana. Melihat jumlahnya yang cukup banyak itu (kira-kira sepertiga jumlah relief yang ada) kita menjadi tahu bahwa tentu cerita ini penting dan bernilai. Sudah sepantasnya perhatian kita diarahkan pada kisah Sudhana ini.

Dalam peziarahannya Sudhana melakukan perjalanan menjelajahi seluruh bumi dan lautan untuk menemui sahabat-sahabatnya yang baik guna mendapatkan kebijaksanaan. Para sahabat ini berasal dari berbagai lapisan dan golongan, baik agama dan budaya. Dalam bagian ini Sudhana menampakkan diri dalam wujud manusia untuk menemui ‘Dara’, gadis yang mengagumi dirinya. Sudhana mengajak Dara menjelajahi sejarah dan kepulauan Indonesia, menelusuri kembali kehidupan suku-suku dan zaman emas di masa lampau.

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama), terutama kemasyarakatan (civic education). Tujuannya memberi latihan politik yang bertitik tolak dari kebutuhan rakyat untuk kebahagiaan bersama dan meninjau kembali sejarah. Juga memberi latihan untuk memikirkan masa depan dengan mencari jawaban sendiri akan kebutuhan kebahagiaannya berdasarkan hati nurani rakyat dan membatasi kuasa pemerintah dengan pemisahan tegas: legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Beberapa materi yang bisa dijadikan bahan diskusi: harmoni hidup manusia dan alam (dulu dan sekarang), hidup tradisional dan modernisasi, demokrasi dan otoriter. Kebudayaan dan peradaban luhur dapat dibangun dalam suasana damai dan sejahtera. Program ini mendapat penghargaan Third Prize pada Festival Religion di Italia (2000).

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru