(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">Tokoh idola memainkan peran penting dalam kehidupan kita sebagai manusia, khususnya kaum muda. Peran utamanya terletak justru pada perjuangan dan kesaksian hidupnya di dunia yang sepatutnya menjadi teladan. Kita mengenal tokoh Gandhi, Simon Bolivard, dsb. Gereja Katolik mengenal Fransiskus Xaverius sebagai salah satu orang kudus. Kita berharap bahwa tokoh yang pernah datang ke Indonesia ini mampu menjiwai kita, dan meningkatkan hidup beriman kita. <br> <br>Pada bagian II ini kita melanjutkan perjalanan Fransiskus Xaverius. Secara tidak sengaja, karena temannya sakit, dia diminta untuk menggantikannya pergi ke Asia. Indialah tempat singgah pertamanya; anak-anak dan penderitaan orang miskin telah menumbuhkan cinta di dalam hatinya. Sesudah India, dia masuk Malaka. Di Malaka dia hidup dalam kesederhanaan, tapi dia masih dapat bergembira sehingga dia mendapat sebutan ‘alegre’ – si gembira. Kemudian dia pergi ke Maluku dan bersahabat dengan orang-orang dari berbagai budaya dan agama. Di tempat terpencil ini dia justru merasakan dalamnya persahabatannya dengan rekan-rekannya yang jauh di Eropa; di sisi lain dia merasakan penghiburan berlimpah dari Tuhan. <br> <br> Program ini dapat digunakan dalam pelajaran agama, psikologi (menumbuhkan motivasi), seni budaya. Hal-hal yang bisa didalami dalam diskusi: pendapat anda tentang ‘di luar Gereja tidak ada keselamatan’? bagaimana sikap kita terhadap orang miskin di sekitar kita? apakah kita gembira dalam hidup? bagaimana kita bersahabat dengan orang dari berbagai golongan </div>
Dilihat: 2578

Tokoh idola memainkan peran penting dalam kehidupan kita sebagai manusia, khususnya kaum muda. Peran utamanya terletak justru pada perjuangan dan kesaksian hidupnya di dunia yang sepatutnya menjadi teladan. Kita mengenal tokoh Gandhi, Simon Bolivard, dsb. Gereja Katolik mengenal Fransiskus Xaverius sebagai salah satu orang kudus. Kita berharap bahwa tokoh yang pernah datang ke Indonesia ini mampu menjiwai kita, dan meningkatkan hidup beriman kita.

Pada bagian II ini kita melanjutkan perjalanan Fransiskus Xaverius. Secara tidak sengaja, karena temannya sakit, dia diminta untuk menggantikannya pergi ke Asia. Indialah tempat singgah pertamanya; anak-anak dan penderitaan orang miskin telah menumbuhkan cinta di dalam hatinya. Sesudah India, dia masuk Malaka. Di Malaka dia hidup dalam kesederhanaan, tapi dia masih dapat bergembira sehingga dia mendapat sebutan ‘alegre’ – si gembira. Kemudian dia pergi ke Maluku dan bersahabat dengan orang-orang dari berbagai budaya dan agama. Di tempat terpencil ini dia justru merasakan dalamnya persahabatannya dengan rekan-rekannya yang jauh di Eropa; di sisi lain dia merasakan penghiburan berlimpah dari Tuhan.

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran agama, psikologi (menumbuhkan motivasi), seni budaya. Hal-hal yang bisa didalami dalam diskusi: pendapat anda tentang ‘di luar Gereja tidak ada keselamatan’? bagaimana sikap kita terhadap orang miskin di sekitar kita? apakah kita gembira dalam hidup? bagaimana kita bersahabat dengan orang dari berbagai golongan

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru