(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">Tokoh idola memainkan peran penting dalam kehidupan kita sebagai manusia, khususnya kaum muda. Peran utamanya terletak justru pada perjuangan dan kesaksian hidupnya di dunia yang sepatutnya menjadi teladan. Kita mengenal tokoh Gandhi, Simon Bolivard, dsb. Gereja Katolik mengenal Fransiskus Xaverius sebagai salah satu orang kudus. Kita berharap bahwa tokoh yang pernah datang ke Indonesia ini mampu menjiwai kita, dan meningkatkan hidup beriman kita. <br> <br>Pada bagian I ini kita menelusuri hidup Fransiskus mulai dari tanah kelahiran Xavier (Spanyol) dalam mencari jalan guna menemukan tempat hidupnya di muka bumi ini. Dia merasa bahwa hidupnya tidak berhenti dengan menjadi bangsawan di istananya dan ada rencana yang lebih besar tersedia baginya. Di Paris dia mengambil keputusan besar bagi hidupnya sesudah bersahabat dengan Inigo yang kita kenal sebagai Ignasius dari Loyola. Dia merasa perlu berbekal studi untuk hidupnya kelak. Di Roma dia menetap untuk sementara karena keinginannya untuk pergi ke Tanah Suci terhambat berhubungan dengan adanya perang Turki. <br> <br>Program ini dapat digunakan dalam pelajaran agama, psikologi (menumbuhkan motivasi), seni budaya. Ada sejumlah hal bisa didiskusikan sebagai pendalaman. Apa yang memotivasi kita dalam hidup (studi, karya)? Apa saja godaan dalam hidup (studi, karya) dan bagaimana suka dukanya? Keputusan mendasar apa yang pernah kita ambil dalam hidup ini? </div>
Dilihat: 2552

Tokoh idola memainkan peran penting dalam kehidupan kita sebagai manusia, khususnya kaum muda. Peran utamanya terletak justru pada perjuangan dan kesaksian hidupnya di dunia yang sepatutnya menjadi teladan. Kita mengenal tokoh Gandhi, Simon Bolivard, dsb. Gereja Katolik mengenal Fransiskus Xaverius sebagai salah satu orang kudus. Kita berharap bahwa tokoh yang pernah datang ke Indonesia ini mampu menjiwai kita, dan meningkatkan hidup beriman kita.

Pada bagian I ini kita menelusuri hidup Fransiskus mulai dari tanah kelahiran Xavier (Spanyol) dalam mencari jalan guna menemukan tempat hidupnya di muka bumi ini. Dia merasa bahwa hidupnya tidak berhenti dengan menjadi bangsawan di istananya dan ada rencana yang lebih besar tersedia baginya. Di Paris dia mengambil keputusan besar bagi hidupnya sesudah bersahabat dengan Inigo yang kita kenal sebagai Ignasius dari Loyola. Dia merasa perlu berbekal studi untuk hidupnya kelak. Di Roma dia menetap untuk sementara karena keinginannya untuk pergi ke Tanah Suci terhambat berhubungan dengan adanya perang Turki.

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran agama, psikologi (menumbuhkan motivasi), seni budaya. Ada sejumlah hal bisa didiskusikan sebagai pendalaman. Apa yang memotivasi kita dalam hidup (studi, karya)? Apa saja godaan dalam hidup (studi, karya) dan bagaimana suka dukanya? Keputusan mendasar apa yang pernah kita ambil dalam hidup ini?

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru