Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">Keindahan alam merupakan kekayaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Ada begitu
banyak tempat yang indah yang perlu dipromosikan dan menjadi tempat pariwisata
baik bagi turis domestik maupun asing. Parawisata ini membuka ladang pekerjaan
bagi berbagai macam orang, termasuk ‘guide’ (=pramuwisata)
<br>
<br>Film ini memperkenalkan kehidupan sehari-hari para ‘guide’ liar, termasuk masalah-masalah
mereka. Kita diajak untuk mengatasi rasa takut dan rasa kurang enak yang dialami
oleh wisatawan kalau berjumpa dengan ‘guide’ liar. Setelah menyaksikan film ini
diharapkan dalam diri kita tumbuh sebuah pengertian baru tentang pekerjaan mereka.
Bagi yang merasa tergerak, kita ditantang untuk berbuat lebih untuk mereka.
<br>
<br> ‘Bukan ikan bukan burung’ sebenarnya merupakan sebuah lagu. Syair lagu tersebut
dijadikan skenario utama film ini. Dasar lagu itu adalah cerita ikan dan burung.
Cerita ini berkisah mengenai perjumpaan seekor ikan dan burung. Ikan itu tinggal
dan hidup di sebuah danau kecil tertentu yang membuatnya memiliki keterbatasan
baik dalam pengalaman hidup maupun ilmu pengetahuan. Sebaliknya si burung dengan
segala kebebasannya terbang mempunyai pengetahuan luar biasa, misalnya: tentang
terjadinya hujan dan tentang matahari dengan hakekat dan karakternya. Keadaan
si burung yang seperti itu ditambah lagi dengan ceritanya bahwa dirinya dulu merupakan
ikan juga mengajak sang ikan untuk menjadi seperti burung itu. Berhasilkah sang
ikan tersebut?
<br>
<br>Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, pariwisata, sosiologi,
psikologi. Ada banyak hal bisa kita diskusikan. Ikan dihadapkan dengan masalah
identitas diri. Kita pun bisa belajar tentang beberapa strata sosial hidup manusia.
Kreativitas selalu ditantang dan mendapat ruang dalam setiap aspek hidup kita.
</div>
Dilihat: 2639
Keindahan alam merupakan kekayaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Ada begitu
banyak tempat yang indah yang perlu dipromosikan dan menjadi tempat pariwisata
baik bagi turis domestik maupun asing. Parawisata ini membuka ladang pekerjaan
bagi berbagai macam orang, termasuk ‘guide’ (=pramuwisata)
Film ini memperkenalkan kehidupan sehari-hari para ‘guide’ liar, termasuk masalah-masalah
mereka. Kita diajak untuk mengatasi rasa takut dan rasa kurang enak yang dialami
oleh wisatawan kalau berjumpa dengan ‘guide’ liar. Setelah menyaksikan film ini
diharapkan dalam diri kita tumbuh sebuah pengertian baru tentang pekerjaan mereka.
Bagi yang merasa tergerak, kita ditantang untuk berbuat lebih untuk mereka.
‘Bukan ikan bukan burung’ sebenarnya merupakan sebuah lagu. Syair lagu tersebut
dijadikan skenario utama film ini. Dasar lagu itu adalah cerita ikan dan burung.
Cerita ini berkisah mengenai perjumpaan seekor ikan dan burung. Ikan itu tinggal
dan hidup di sebuah danau kecil tertentu yang membuatnya memiliki keterbatasan
baik dalam pengalaman hidup maupun ilmu pengetahuan. Sebaliknya si burung dengan
segala kebebasannya terbang mempunyai pengetahuan luar biasa, misalnya: tentang
terjadinya hujan dan tentang matahari dengan hakekat dan karakternya. Keadaan
si burung yang seperti itu ditambah lagi dengan ceritanya bahwa dirinya dulu merupakan
ikan juga mengajak sang ikan untuk menjadi seperti burung itu. Berhasilkah sang
ikan tersebut?
Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, pariwisata, sosiologi,
psikologi. Ada banyak hal bisa kita diskusikan. Ikan dihadapkan dengan masalah
identitas diri. Kita pun bisa belajar tentang beberapa strata sosial hidup manusia.
Kreativitas selalu ditantang dan mendapat ruang dalam setiap aspek hidup kita.