Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">28 menit (Luk 15:1-7, Mat 5:13, Mrk 9:50, Luk 14:34, Mrk 7: 1-13)
<br>
<br>INJIL – Kabar Gembira atau Sabda Allah yang berpribadi dan hidup. Sabda yang
hidup itu bersifat kreatif dan mengubah hati manusia. Film Internasional seri
Walking on Water (Berjalan di Atas Air) dibuat di London, Inggeris dan beberapa
negara lain, termasuk Indonesia oleh John Wijngaards. Seri ini berisi 9 judul:
Injil Membangun Jemaat Kristen, Injil Dihasilkan Oleh Jemaat Kristen, Injil dan
Hidup, Yesus Mencintai MasyarakatNya, Bahasa Yesus Yang Membebaskan, Yesus Menghadapi
Kuasa Politik, Mengumpulkan Harta Abadi, Menghilangkan Status Sosial, dan Menghormati
Citra Allah. Pengarang skrip dan Produser seri film video ini membantu kita supaya
kita jangan bimbang mengenai apa yang dilakukan Yesus sendiri dan membantu bagaimana
kita dapat bertemu dengan Yesus. Judul yang ditambahkan dalam paket ini adalah
Cerita Injil Yohanes. Video ini dapat menjadi sarana yang tepat untuk menjawabnya.
Oleh karena itu mereka menghasilkan Produksi Video internasional ini sesuai untuk:
1. Pengajaran Kitab Suci yang tepat untuk katekese orang dewasa dan untuk kerasulan
kitab suci.
<br>2. Film video ini sangat sesuai sebagai bahan Group Medi, belajar secara partisipatif
dalam kelompok.
<br>3. Produksi film video Internasional memakai metode-metode yang modern dan canggih.
<br>4. Dengan melihat bagaimana sabda Tuhan dihayati, orang Kristen dapat belajar
menafsirkan Injil secara kreatif.
<br>
<br>Ringkasan Film: Video seri 102 “Injil Dihasilkan Oleh Jemaat Kristen” ini menceritakan
seorang ibu bernama Vanessa yang tinggal di Fortaleza, Brazilia Utara. Ia tinggal
di desa Hijau yang sekarang disebut lubang yang busuk karena orang-orang di sana
hidup dan bekerja di tumpukan sampah. Vanessa tinggal dengan cucunya (Pepe) dan
menjadi ketua jemaat di sana. Pepe, cucu Vanessa dibujuk untuk mencuri, namun
akhirnya ditangkap oleh polisi. Pepe dapat melarikan diri dari kantor polisi,
semua anggota jemaat senang sementara Vanessa menjadi sangat khawatir dengan Pepe.
Keesokan harinya polisi menggerebek perkampungan miskin tersebut. Sehari sesudah
penggerebekan Pepe menghilang dan tidak ditemukan. Jemaat berkumpul untuk merenungkan
perumpamaan tentang domba yang hilang serta mengambil keputusan untuk lebih memberi
perhatian pada anak-anak yang berusia muda. Program ini bisa digunakan untuk bahan
diskusi kelompok, mengangkat masalah-masalah sosial yang ada di sekitar kita.
</div>
Dilihat: 2529
28 menit (Luk 15:1-7, Mat 5:13, Mrk 9:50, Luk 14:34, Mrk 7: 1-13)
INJIL – Kabar Gembira atau Sabda Allah yang berpribadi dan hidup. Sabda yang
hidup itu bersifat kreatif dan mengubah hati manusia. Film Internasional seri
Walking on Water (Berjalan di Atas Air) dibuat di London, Inggeris dan beberapa
negara lain, termasuk Indonesia oleh John Wijngaards. Seri ini berisi 9 judul:
Injil Membangun Jemaat Kristen, Injil Dihasilkan Oleh Jemaat Kristen, Injil dan
Hidup, Yesus Mencintai MasyarakatNya, Bahasa Yesus Yang Membebaskan, Yesus Menghadapi
Kuasa Politik, Mengumpulkan Harta Abadi, Menghilangkan Status Sosial, dan Menghormati
Citra Allah. Pengarang skrip dan Produser seri film video ini membantu kita supaya
kita jangan bimbang mengenai apa yang dilakukan Yesus sendiri dan membantu bagaimana
kita dapat bertemu dengan Yesus. Judul yang ditambahkan dalam paket ini adalah
Cerita Injil Yohanes. Video ini dapat menjadi sarana yang tepat untuk menjawabnya.
Oleh karena itu mereka menghasilkan Produksi Video internasional ini sesuai untuk:
1. Pengajaran Kitab Suci yang tepat untuk katekese orang dewasa dan untuk kerasulan
kitab suci.
2. Film video ini sangat sesuai sebagai bahan Group Medi, belajar secara partisipatif
dalam kelompok.
3. Produksi film video Internasional memakai metode-metode yang modern dan canggih.
4. Dengan melihat bagaimana sabda Tuhan dihayati, orang Kristen dapat belajar
menafsirkan Injil secara kreatif.
Ringkasan Film: Video seri 102 “Injil Dihasilkan Oleh Jemaat Kristen” ini menceritakan
seorang ibu bernama Vanessa yang tinggal di Fortaleza, Brazilia Utara. Ia tinggal
di desa Hijau yang sekarang disebut lubang yang busuk karena orang-orang di sana
hidup dan bekerja di tumpukan sampah. Vanessa tinggal dengan cucunya (Pepe) dan
menjadi ketua jemaat di sana. Pepe, cucu Vanessa dibujuk untuk mencuri, namun
akhirnya ditangkap oleh polisi. Pepe dapat melarikan diri dari kantor polisi,
semua anggota jemaat senang sementara Vanessa menjadi sangat khawatir dengan Pepe.
Keesokan harinya polisi menggerebek perkampungan miskin tersebut. Sehari sesudah
penggerebekan Pepe menghilang dan tidak ditemukan. Jemaat berkumpul untuk merenungkan
perumpamaan tentang domba yang hilang serta mengambil keputusan untuk lebih memberi
perhatian pada anak-anak yang berusia muda. Program ini bisa digunakan untuk bahan
diskusi kelompok, mengangkat masalah-masalah sosial yang ada di sekitar kita.