(0)


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">Ada 1.460 buah relief pada candi Borobudur. Dari sekian banyak relief tersebut 460 diantaranya merupakan cerita tentang peziarahan seorang pemuda yang bernama Sudhana. Melihat jumlahnya yang cukup banyak itu (kira-kira sepertiga jumlah relief yang ada) kita menjadi tahu bahwa tentu cerita ini penting dan bernilai. Sudah sepantasnya perhatian kita diarahkan pada kisah Sudhana ini. <br> <br>Pada bagian ini kita melihat proses selanjutnya dari integrasi keindonesiaan yang terdiri dari berbagai unsur, yakni agama Islam, budaya Tionghoa, dan budaya barat. Dengan karakteristiknya yang khas agama Islam memberi sumbangan bagi keindonesiaan kita. Misalnya: penyerahan diri. Budaya Tionghoa mempunyai filsafatnya tersendiri. Dimensi kesadaran diri merupakan hal yang bisa kita pelajari. Akhirnya budaya Barat datang dengan segala kemajuannya di bidang teknologi. Budaya Baru memasuki hidup kita. <br> <br>Dalam film ini yang menarik adalah simbol ‘merpati’ yang ada pada t-shirt bagian depan yang dikenakan tokoh Dara. Merpati ini mempunyai warna. Setiap warna merepresentasikan setiap jaman/budayanya. Setiap tahap merpati itu hadir, dan kehadiran satu merpati tidak meniadakan merpati lainnya, sehingga kelima merpati itu ada bersama dan membentuk sebuah lingkaran. Artinya, itulah Indonesia yang satu-utuh-sempurna-lengkap-global (menyeluruh). <br> <br>Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama), terutama kemasyarakatan (civic education). Kita di sini bisa mendiskusikan beberapa hal, integrasi misalnya. Integrasi bukanlah sebuah keseragaman, termasuk dalam agama. Tantangan terbesar bangsa Indonesia: menjamin kelangsungan hidup yang damai dan sejahtera dalam keberagaman agama. Juga bisa dibicarakan betapa agama seringkali dipolitisasi. Program ini mendapat penghargaan Third Prize pada Festival Religion di Italia (2000). </div>
Dilihat: 2484

Ada 1.460 buah relief pada candi Borobudur. Dari sekian banyak relief tersebut 460 diantaranya merupakan cerita tentang peziarahan seorang pemuda yang bernama Sudhana. Melihat jumlahnya yang cukup banyak itu (kira-kira sepertiga jumlah relief yang ada) kita menjadi tahu bahwa tentu cerita ini penting dan bernilai. Sudah sepantasnya perhatian kita diarahkan pada kisah Sudhana ini.

Pada bagian ini kita melihat proses selanjutnya dari integrasi keindonesiaan yang terdiri dari berbagai unsur, yakni agama Islam, budaya Tionghoa, dan budaya barat. Dengan karakteristiknya yang khas agama Islam memberi sumbangan bagi keindonesiaan kita. Misalnya: penyerahan diri. Budaya Tionghoa mempunyai filsafatnya tersendiri. Dimensi kesadaran diri merupakan hal yang bisa kita pelajari. Akhirnya budaya Barat datang dengan segala kemajuannya di bidang teknologi. Budaya Baru memasuki hidup kita.

Dalam film ini yang menarik adalah simbol ‘merpati’ yang ada pada t-shirt bagian depan yang dikenakan tokoh Dara. Merpati ini mempunyai warna. Setiap warna merepresentasikan setiap jaman/budayanya. Setiap tahap merpati itu hadir, dan kehadiran satu merpati tidak meniadakan merpati lainnya, sehingga kelima merpati itu ada bersama dan membentuk sebuah lingkaran. Artinya, itulah Indonesia yang satu-utuh-sempurna-lengkap-global (menyeluruh).

Program ini dapat digunakan dalam pelajaran seni budaya, spiritualitas (agama), terutama kemasyarakatan (civic education). Kita di sini bisa mendiskusikan beberapa hal, integrasi misalnya. Integrasi bukanlah sebuah keseragaman, termasuk dalam agama. Tantangan terbesar bangsa Indonesia: menjamin kelangsungan hidup yang damai dan sejahtera dalam keberagaman agama. Juga bisa dibicarakan betapa agama seringkali dipolitisasi. Program ini mendapat penghargaan Third Prize pada Festival Religion di Italia (2000).

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru