Film Video ini menceritakan, kemajuan negara Jepang. Walaupun lebih kecil dari negara Perancis, 32% dari tanahnya yang dapat dimanfatkan oleh 120 juta penduduk Jepang. Dalam waktu kurang dari 100 tahun negara berkembang menjadi Negara Industri ketiga terbesar di dunia. Ekonomi pasaran bebas menggiatkan irama hidup menjadi asing pula dengan alam dan lingkungannya. Hal itu menimbulkan rasa was-wasnya .Masanobu Fukuoka yang berasal dari pulau Sikoku, Jepang selatan. Seorang petani arif .berpendapat: Sebenarnya jauh lebih sehat dan berguna bagi masyarakat, bila manusia melangsungkan hidupnya, yang ringan dan menyenangkan penuh waktu luang .seperti yang dilakukan tokoh film video ini. Sudah 30 tahun ia mengolah tanahnya (sawah dan ladang) dengan seksama dan sesuai dengan hukum-hukum serta siklus alam yang harmonis. Kegiatan itu dianggapnya sebagai pertanian yang alamiah yang membuka sebuah Marga agung.suatu kebudayaan baru,semua orang dapat mencapainya dan tidak melawan alam tetapi menyatukan dirinya dengan alam. Hal ini karena “Marga agung tanpa gerbang.”
Program film video ini diproduksi dengan format dokumenter pengalaman Fukuoka dalam mengembangkan pupuk hijau/pertanian organik. Dengan percontohan seperti yang diungkapkan oleh tokoh film ini. Lihatlah pohon akasia ia menghasilkan kayu bakar yang cukup untuk satu tahun untuk satu keluarga.. Walaupun mungkin pada suatu waktu sudah tidak ada minyak bumi lagi, manusia bagaimanapun caranya, harus tetap hidup terus asal saja manusia mengakhiri pertentangannya dengan alam. Alam sebetulnya sudah menyediakan segalanya. Terang, angin,bumi, air, api, sudah cukup untuk pertanian. Sekarang ini unsur-unsur tersebut hampir dilupakan manusia.