Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1996, usaha inkulturasi, 16 menit
<br>
<br> Program film video ini merupakan suatu usaha inkulturasi yang dilakukan antara
agama dan kebudayaan yang dulu merupakan kepercayaan penduduk setempat,. Konon
dulunya orang Nias tidak mengenal agama. Agama yang mereka anut adalah agama tradisional
yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.
<br>
<br>Program film video ini dibuat dengan format dokumenter. Isinya mengenai cerita
kegiatan kebudayaan setempat seperti permainan lompat batu khas pulau Nias yang
terkenal itu. Dahulu permainan ini, selain sebagai latihan ketangkasan bagi pemuda,
juga merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemuda untuk memasuki jenjang
perkawinan. Namun sekarang permainan semacam itu diselenggarakan sebagai suguhan
bagi para wisatawan. Demikian juga dengan tari-tarian, atraksi tarik batu dsb.
merupakan warisan budaya nenek moyang, meskipun tentu saja dulu tidak dimaksudkan
demikian. Menurut kepercayaan nenek moyang, hidup manusia harus sesuai dengan
hukum adat atau dengan istilah Nias “BOWO”. Nenek moyang tetap kita hormati, juga
pesan mereka dan nasehat mereka perlu tetap kita ikuti. Maka di Nias Selatan setiap
kampung dihiasi dengan “tahta batu”. Begitu juga kesatuan dan kedamaian umat dikokohkan
kembali dengan Perjamuan Ekaristi di atas altar batu. Di dalam rumah adat yang
terhias indah digantungkan segala senjata sebagai tanda damai. Umat diingatkan
untuk meninggalkan segala perselisihan dan percekcokan.
<br>
<br>Program/produksi film video ini ditujukan untuk siapa saja yang tertarik akan
masalah inkulturasi antara agama dan kebudayaan. Cocok untuk bahan studi dan diskusi
bagi mereka yang tertarik pada masalah budaya dan agama. </div>
<p align="justify"> </p>
Dilihat: 3050
1996, usaha inkulturasi, 16 menit
Program film video ini merupakan suatu usaha inkulturasi yang dilakukan antara
agama dan kebudayaan yang dulu merupakan kepercayaan penduduk setempat,. Konon
dulunya orang Nias tidak mengenal agama. Agama yang mereka anut adalah agama tradisional
yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.
Program film video ini dibuat dengan format dokumenter. Isinya mengenai cerita
kegiatan kebudayaan setempat seperti permainan lompat batu khas pulau Nias yang
terkenal itu. Dahulu permainan ini, selain sebagai latihan ketangkasan bagi pemuda,
juga merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemuda untuk memasuki jenjang
perkawinan. Namun sekarang permainan semacam itu diselenggarakan sebagai suguhan
bagi para wisatawan. Demikian juga dengan tari-tarian, atraksi tarik batu dsb.
merupakan warisan budaya nenek moyang, meskipun tentu saja dulu tidak dimaksudkan
demikian. Menurut kepercayaan nenek moyang, hidup manusia harus sesuai dengan
hukum adat atau dengan istilah Nias “BOWO”. Nenek moyang tetap kita hormati, juga
pesan mereka dan nasehat mereka perlu tetap kita ikuti. Maka di Nias Selatan setiap
kampung dihiasi dengan “tahta batu”. Begitu juga kesatuan dan kedamaian umat dikokohkan
kembali dengan Perjamuan Ekaristi di atas altar batu. Di dalam rumah adat yang
terhias indah digantungkan segala senjata sebagai tanda damai. Umat diingatkan
untuk meninggalkan segala perselisihan dan percekcokan.
Program/produksi film video ini ditujukan untuk siapa saja yang tertarik akan
masalah inkulturasi antara agama dan kebudayaan. Cocok untuk bahan studi dan diskusi
bagi mereka yang tertarik pada masalah budaya dan agama.
Â